Berawal dari pertanyaan ” Sila ke-3 Persatuan Indonesia itu gambar apa ya?” dari seorang anak SD yang sedang mengerjakan tugas dari sekolah, ternyata saya baru menyadari bahwa  pengetahuan yang pernah diperoleh dari sekolah dasar sudah banyak yang terlupakan…

Terkait dengan artikel kali ini, berikut saya uraikan sebagai pengingat yang utamanya untuk saya sendiri…

Urutan dan arti sila-sila pada Pancasila:

  1. BINTANG ( Ketuhanan Yang Maha Esa ), menempatkan pribadi bangsa yang berke-Tuhanan dan memiliki sifat ke-Tuhanan. Dan juga menghargai satu dengan yang lain tentang keyakinan kepada Tuhan dalam keaneka ragaman beragama.
  2. RANTAI ( Kemanusiaan yang adil dan beradab ), menempatkan pribadi bangsa yang memiliki sifat adil pada diri sendiri dan sesama. Dan juga memiliki sifat adil dalam memutuskan sesuatu dengan cara yang objektif. Indonesia juga menempatkan pribadi bangsa yang beradab/berbudaya. Jadi dalam sila ke-2 ini, Indonesia adalah bangsa yang memiliki sifat adil dalam menghadapi apapun tanpa memandang ras, suku dan kelompok.
  3. POHON BERINGIN ( Persatuan Indonesia ), menempatkan pribadi bangsa yang memiliki sifat persatuan dan kesatuan dalam suatu hubungan. Hubungan bermasyarakat maupun hubungan antara negara dan masyarakat. Pohon beringin dalam sila ke-3 ini juga bermakana bahwa negara Indonesia adalah negara yang mampu dan berkwajiban mengayomi seluruh rakyatnya.
  4. KEPALA BANTENG ( Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan ), menempatkan pribadi bangsa yang demokrasi dan mengedepankan musyawarah agar mendapatkan hasil/hikmah dari keputusan-keputusan yang bijaksana. Jadi negara Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi demokrasi dan musyawarah dalam mengambil keputusan, kebijakan ataupun dalam penentuan pemimpin.
  5. PADI dan KAPAS ( Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia ), Indonesia menempatkan pribadi bangsa yang memiliki sifat adil terhadap seluruh rakyat Indonesia. Adil dalam hal berhubungan antar sesama rakyat maupun negara dengan rakyat. Padi dan kapas juga merupakan simbol sumber daya alam/kekayaan alam Indonesia yang berlimpah hanya untuk mensehjaterakan rakyat Indonesia. Dan pada poin ini juga diatur dalam UUD 1945 bahwa “bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar besar kemakmuran rakyat“. So, hasil dari sumber daya alam Indonesia yang berlimpah selama ini apakah memang benar-benar sudah tepat sasaran? Indonesia yang memiliki tanah yang subur hingga kata Koes Plus “Batu dan kayu jadi tanaman…” seharusnya tidak terjadi kesenjangan sosial yang jauh antara rakyat Indonesia.

Nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila sesungguhnya sangat luar biasa jika kita (rakyat dan para pemimpin) mau jujur memahami secara menyeluruh dan menjalankannya. Namun pada keyataannya sekarang ini setiap keputusan dan kebijakan selalu mengarah kepada pihak dan kelompok tertentu tanpa mempertimbangkan rakyat Indonesia secara keseluruhan…