Di masa sekarang ini, dalam keseharian kita selalu menggunakan jasa batere. Maka sudah selayaknyalah kita berterima kasih kepada pembuat ide batere dahulu. Bayangkan jika tidak ada batere, untuk menggunakan HP saja kita harus berdekatan dengan arus listrik…

Siapa penemu batere?

Dia adalah seorang ilmuwan fisika asal Italia yaitu Alessandro Volta. Dia lahir di kota Como, Duchy of Milan pada tanggal 17 Februari 1745. Seorang ilmuwan fisika dari Italia, Ia menyandang gelar Profesor di Royal School Como. Ia mempopulerkan elektrophorus yang merupakan salah satu alat untuk menghasilkan muatan listrik statis.

Pada masa sekarang ini hampir semua perangkat elektronik portabel seperti Handphone, Laptop, Senter, ataupun Remote Control menggunakan Batere sebagai sumber listriknya. Dengan adanya Batere itu, kita tidak perlu berdekatan dengan kabel listrik untuk dapat mengaktifkan perangkat elektronik kita. Jadi kita dapat dengan mudah membawa perangkat tersebut kemana kita mau.

Jenis-jenis Batere

1. Batere Primer (Batere Sekali Pakai/Single Use)

 

Batere jenis ini merupakan batere yang paling sering ditemukan di pasaran, hampir semua toko dan supermarket menjualnya. Hal ini dikarenakan penggunaannya yang luas dengan harga yang lebih terjangkau. Batere jenis ini pada umumnya memberikan tegangan 1,5 Volt dan terdiri dari berbagai jenis ukuran seperti AAA (sangat kecil), AA (kecil) dan C (medium) dan D (besar). Disamping itu, terdapat juga Batere Primer (sekali pakai) yang berbentuk kotak dengan tegangan 6 Volt ataupun 9 Volt.

Sedangkan jenis-jenis Batere yang tergolong dalam Kategori Batere Primer (sekali Pakai / Single use) diantaranya adalah :

a. Batere Zinc-Carbon (Seng-Karbon)

Batere Zinc-Carbon juga disering disebut dengan Batere “Heavy Duty” yang sering kita jumpai di Toko-toko ataupun Supermarket. Batere jenis ini terdiri dari bahan Zinc yang berfungsi sebagai Terminal Negatif dan juga sebagai pembungkus Baterenya. Sedangkan Terminal Positifnya adalah terbuat dari Karbon yang berbentuk Batang (rod). Batere jenis Zinc-Carbon merupakan jenis batere yang relatif murah dibandingkan dengan jenis lainnya.

b. Batere Alkaline (Alkali)

Batere ini memiliki daya tahan yang lebih lama dengan harga yang lebih mahal dibanding dengan Batere Zinc-Carbon. Elektrolit yang digunakannya adalah Potassium hydroxide yang merupakan Zat Alkali (Alkaline) sehingga namanya juga disebut dengan Batere Alkaline. Saat ini, banyak Baterai yang menggunakan Alkalline sebagai Elektrolit, tetapi mereka menggunakan bahan aktif lainnya sebagai Elektrodanya.

c. Batere Lithium

Batere Primer Lithium memiliki kinerja yang lebih baik dibanding jenis-jenis Batere Primer (sekali pakai) lainnya. Batere ini dapat disimpan lebih dari 10 tahun dan dapat bekerja pada suhu yang sangat rendah. Karena keunggulannya tersebut, Batere jenis Lithium ini sering digunakan untuk aplikasi Memory Backup pada Mikrokomputer maupun Jam Tangan. Batere Lithium biasanya dibuat seperti bentuk Uang Logam atau disebut juga dengan Baterai Koin (Coin Battery). Ada juga yang memanggilnya Button Cell atau Batere Kancing.

d. Batere Silver Oxide

Batere Silver Oxide merupakan jenis batere yang tergolong mahal dalam harganya. Hal ini dikarenakan tingginya harga Perak (Silver). Batere Silver Oxide dapat dibuat untuk menghasilkan Energi yang tinggi tetapi dengan bentuk yang relatif kecil dan ringan. Batere jenis Silver Oxide ini sering dibuat dalam dalam bentuk Batere Koin (Coin Battery) / Batere Kancing (Button Cell). Batere jenis Silver Oxide ini sering dipergunakan pada Jam Tangan, Kalkulator maupun aplikasi militer.

 

2. Batere Sekunder (Batere Isi Ulang/Rechargeable)

Jenis batere ini adalah jenis batere yang dapat di isi ulang atau Rechargeable Battery. Pada prinsipnya, cara Batere Sekunder menghasilkan arus listrik adalah sama dengan Batere Primer. Hanya saja, Reaksi Kimia pada Batere Sekunder ini dapat berbalik (Reversible). Pada saat Batere digunakan dengan menghubungkan beban pada terminal Batere (discharge), Elektron akan mengalir dari Negatif ke Positif. Sedangkan pada saat Sumber Energi Luar (Charger) dihubungkan ke Batere Sekunder, elektron akan mengalir dari Positif ke Negatif sehingga terjadi pengisian muatan pada batere. Jenis-jenis Batere yang dapat di isi ulang (rechargeable Battery) yang sering kita temukan antara lain seperti Batere Ni-cd (Nickel-Cadmium), Ni-MH (Nickel-Metal Hydride) dan Li-Ion (Lithium-Ion).

Sedangkan jenis-jenis Batere yang termasuk dalam Kategori Batere Sekunder (Baterai Isi Ulang) diantaranya adalah :

a. Batere Ni-Cd (Nickel-Cadmium)

Batere Ni-Cd (NIcket-Cadmium) adalah jenis batere sekunder (isi ulang) yang menggunakan Nickel Oxide Hydroxide dan Metallic Cadmium sebagai bahan Elektrolitnya. Baterai Ni-Cd memiliki kemampuan beroperasi dalam jangkauan suhu yang luas dan siklus daya tahan yang lama. Di satu sisi, Batere Ni-Cd akan melakukan discharge sendiri (self discharge) sekitar 30% per bulan saat tidak digunakan. Batere Ni-Cd juga mengandung 15% Tosik/racun yaitu bahan Carcinogenic Cadmium yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan Lingkungan Hidup. Saat ini, Penggunaan dan penjualan Batere Ni-Cd (Nickel-Cadmiun) dalam perangkat Portabel Konsumen telah dilarang oleh EU (European Union) berdasarkan peraturan “Directive 2006/66/EC” atau dikenal dengan “Battery Directive”.

b. Batere Ni-MH (Nickel-Metal Hydride)

Batere Ni-MH (Nickel-Metal Hydride) memiliki keunggulan yang hampir sama dengan Ni-Cd, tetapi batere Ni-MH mempunyai kapasitas 30% lebih tinggi dibandingkan dengan Batere Ni-Cd serta tidak memiliki zat berbahaya Cadmium yang dapat merusak lingkungan dan kesehatan manusia. Batere Ni-MH dapat diisi ulang hingga ratusan kali sehingga dapat menghemat biaya dalam pembelian batere. Batere Ni-MH memiliki Self-discharge sekitar 40% setiap bulan jika tidak digunakan. Saat ini Batere Ni-MH banyak digunakan dalam Kamera dan Radio Komunikasi. Meskipun tidak memiliki zat berbahaya Cadmium, Batere Ni-MH tetap mengandung sedikit zat berbahaya yang dapat merusak kesehatan manusia dan Lingkungan hidup, sehingga perlu dilakukan daur ulang (recycle) dan tidak boleh dibuang di sembarang tempat.

c. Batere Li-Ion (Lithium-Ion)

Batere jenis Li-Ion (Lithium-Ion) merupakan jenis Batere yang paling banyak digunakan pada peralatan Elektronika portabel seperti Digital Kamera, Handphone, Video Kamera ataupun Laptop. Batere Li-Ion memiliki daya tahan siklus yang tinggi dan juga lebih ringan sekitar 30% serta menyediakan kapasitas yang lebih tinggi sekitar 30% jika dibandingkan dengan Batere Ni-MH. Rasio Self-discharge adalah sekitar 20% per bulan. Batere Li-Ion lebih ramah lingkungan karena tidak mengandung zat berbahaya Cadmium. Sama seperti Batere Ni-MH (Nickel- Metal Hydride), Meskipun tidak memiliki zat berbahaya Cadmium, Batere Li-Ion tetap mengandung sedikit zat berbahaya yang dapat merusak kesehatan manusia dan Lingkungan hidup, sehingga perlu dilakukan daur ulang (recycle) dan tidak boleh dibuang di sembarang tempat.

 

Sumber : teknikelektronika & beberapa sumber lainnya