Ferdinand Monoyer adalah seorang tokoh Perancis yang pernah berjasa mengembangkan ilmu Diopter dan salah satu oftamologis paling terkenal di Perancis. Ia mulai dikenal pada tahun 1872 ketika Ia berhasil mengembangkan dan mengenalkan Diopter dan Monoyer Chart/Bagan Monoyer.

Diopter adalah alat untuk megukur daya penglihatan optikal. Alat ini merupakan rangkaian dari cermin cekung dan cembung yang dirumuskan sebagai reprokal jarak fokus yang diukur dalam satuan meter (1/meter).
Oftamologis adalah pakar medis yang khusus menangani diagnosis, penangan, pencegahan kerusakan, dan cedera mata.

ferdinand-monoyers
Ferdinand Monoyers-Google Doodle (09 Mei 2017)

Untuk memperingati hari ulang tahunnya yang ke 181, hari ini logo di pencarian google dikombinasikan dengan sepasang mata yang jika diklik maka akan muncul gambar gif yang disampingnya disematkan susunan huruf acak yang ukurannya bervariasi. Barisan huruf tersebutlah yang sekarang dikenal dengan bagan Monoyer/Monoyer Chart dan biasa kita jumpai di toko alat optik, Rumah Sakit, atau Puskemas, atau ketika Anda mengurus surat-surat yang berhubungan dengan mata seperti halnya mengurus SIM.

monoyer chart
Monoyer Chart/Bagan Monoyer

Meskipun sepintas terlihat susunan huruf yang tampak acak, namun Bagan Monoyer ini faktanya mampu difungsikan sebagai penguji ketajaman visual dan masih digunakan hingga saat ini. Uniknya lagi, di Bagan Monoyer tersebut, Ferdinand Monoyer merancangnya sedemikian rupa dan memasukkan namanya pada bagan tersebut.

Ferdinand Monoyer adalah seorang putra dari dokter militer Perancis yang lahir di Lyon-Perancis pada 9 Mei 1836 dan meninggal pada 11 Juli 1912. Dia juga seorang Profesor Fisika Medis Associate di Fakultas Kedokteran Universitas Strasbourg tahun 1871. Selain itu, Ferdinand Monoyer juga merupakan Profesor Fisika Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Lyon pada tahun 1877-1909.