Setelah You Tube di boikot oleh perusahaan-perusahaan besar dari berbagai negara Maret lalu, kini penghasilan para creator You Tube menurun drastis hingga 50% lebih. Hal itu dikarenakan para pengusaha besar seperti McDonald’s, Audi, Starbucks, Microsoft, Walmart, L’Oreal, Toyota, Verizon, AT&T, PepsiCo, Johnson & Johnson, dan Coca-Cola Co menarik seluruh iklan-iklan mereka dari You Tube.

Kata juru bicara AT&T kepada recode adalah:
Kami sangat memerhatikan iklan-iklan kami mungkin muncul di konten YouTube yang mempromosikan terorisme dan kebencian. Sampai Google dapat memastikan hal ini tidak akan terjadi lagi, kami akan menarik iklan kami dari platform tersebut.

Selanjutnya dalam menanggapi kasus yang telah dihadapi, seperti yang dilansir dari The Verge, Google menyatakan bahwa pihak Google akan bertindak tegas akan meningkatkan pengamanan berupa filter yang disebutnya dengan “artificial intelligence“. Yang mana teknologi tersebut berfungsi sebagai pendeteksi bahasa ofensif dan konten negatif.

Alasan youtube diboikot
Alasan youtube diboikot

Alasan You Tube diboikot?
Tindakan pemboikotan tersebut dikarenakan You Tube dianggap belum profesional dalam sistem pengamanannya. Sehingga iklan-iklan besar dari seluruh dunia muncul di konten-konten yang bersifat kekerasan, rasialisme, homophobia, terorisme, kebencian, anti-semit, hingga pornografi. Padahal pengusaha periklanan besar ingin iklan-iklan mereka ditampilkan di konten-konten berkualitas tanpa adanya unsur-unsur negatif.

So, bagi Anda creator jangan khawatir tentang adanya kasus tersebut. Yakinlah bahwa Google mampu mengatasinya. Kasih waktu sebentar, pasti selesai…

Pengalaman saya pribadi tentang Adsense:
Sebagai review momen aji mumpung tentang iklan, saya dulu pernah memiliki blog rank 1 dengan adsense aktif dengan penghasilan konsisten, dan saya selalu patuh dengan kebijakan google. Namun suatu ketika, pihak google membanned akun adsense saya karena alasan klik curang/tidak valid. Padahal saya sendiri merasa tidak pernah melakukan kecurangan tersebut. Dan karena hal itu saya berusaha minta keadilan dengan mengajukan banding ke mereka. Tapi ternyata usaha saya sia-sia.

Pertanyaanya adalah:

  • klik-klik yang dianggap curang tersebut datangnya darimana?
  • Mau membuktikan itu bukan saya bagaimana?

Mudah-mudahan sistem pengamanan google nantinya bisa juga untuk mendeteksi hal tersebut.

Semoga bermanfa’at dan sukses untuk kita semua…