Museum yang diresmikan pada tahun 2008 ini berlokasi di sebelah Barat Corniche Doha dan disebut-sebut sebagai museum Islam terbesar di dunia. Museum ini juga didekasikan sebagai pusat pendidikan dan informasi di bidang seni dari dunia islam. museum ini juga sebagai tempat menjaga dan merawat koleksi dari keberagaman seni Islam.

Museum Islamic Arts (MIA) (mia.org.qa)
Museum Islamic Arts (MIA) (mia.org.qa)

Dilansir dari detikTravel Minggu (28/5/2017), banyak koleksi yang dijaga di museum ini seperti artefak, keramik, kaligrafi, tekstil, dan masih banyak lagi. Koleksi tersebut didapatkan dari berbagai negara seperti Mesir, Turki, Iran, Irak, India, Asia Tengah, dan masih banyak lagi. koleksi tersebut terpampang di museum dan bisa traveler lihat jika berkunjung ke museum ini.

Salah Satu Koleksi Museum Islam Arts (mia.org.qa)
Salah Satu Koleksi Museum Islam Arts (mia.org.qa)

Gedung museum ini dirancang oleh arsitek Amerika keturunan Cina, ILeoh Min Pei. Dia adalah arsitek yang juga merancang piramida kaca Museum Louvre di Paris. Gedung ini dibangun di atas pulau buatan dan menjadikan bangunannya seolah mengapung di atas laut. Letaknya menjorok sekitar 200 meter ke dalam Teluk Doha. Bangunan ini mempunyai arsitektur yang menawan dengan luas sekitar 45.000 meter persegi. Gedung museum ini terdiri dari 4 lantai dengan desain bangunan sangat luar biasa.

Museum Islam Arts dari ketinggian (mia.org.qa)
Museum Islam Arts dari ketinggian (mia.org.qa)

Di pintu utama masuk, di sebelah kirinya kita akan disambut oleh resepsionis dan pusat informasi. Jika traveler ingin mengetahui segala informasi mengenai museum, bisa ditanyakan disini. Dan jika membutuhkan guide untuk memandu di museum, laporkan saja di sini. Guide akan memandu kita selama 40 menit dalam dua bahasa, yaitu bahasa Inggris dan Arab. Gratis!

Masuk ke dalam museum kita akan disambut oleh ruangan luas yang menakjubkan. Tepat di tengah-tengah ruangan tersebut terdapat dua tangga berdiri kokoh melingkar. Dan juga langit-langit ruangan yang desainnya membuat mata tak berkedip. Indah!

Di lantai ini juga kita bisa menemukan toko souvenir, tempat panduan informasi dan multimedia, serta mushala. Selain itu juga terdapat perpustakaan, ruang pameran dan cafe. Fasilitas lain yang terdapat di gedung ini adalah WiFi gratis.

Selanjutnya kita naik ke lantai atas. Di lantai ini kita akan menemukan ruang pamer galeri dari berbagai koleksi yang ada. Beragam koleksi dari abad ke-7 sampai abad ke-18 yang bisa ditelusuri pengunjung yaitu keramik, logam, manuskrip, batu mulia, kayu sampai tekstil. Dari sini pengunjung bisa menyaksikan keragaman dan kreativitas budaya muslim.

Shahnameh, salah satu koleksi manuskript di MIA (mia.org.qa)
Shahnameh, salah satu koleksi manuskript di MIA (mia.org.qa)

Banyak hal menarik yang bisa kita lihat di ruangan pameran. Salah satunya adalah Shahnameh, atau The book of king, sebuah naskah kuno yang menggambarkan sejarah dan mitos Kekaisaran Persia. Naskah ini ditulis seribu tahun lalu oleh penyair Ferdowsi, meliputi 50.000 berita. Salinannya dibuat di Iran oleh juru tulis Hidayat Allah Shirazi di kota asalnya Shiraz.

Selain itu juga ada salah satu koleksi museum yang menarik mata yaitu batu nisan. Melalui batu nisan ini kita bisa melihat bagaimana perkembangan penggunaan nisan sebagai fitur artistik dan arsitektual. Tidak seperti batu nisan yang kita lihat pada umumnya yang bertulis nama dan tanggal lahir dan meninggal, tetapi batu nisan terukir dengan indah dan berisi tulisan berupa puisi dan ratapan untuk yang meninggal.

Salah satu koleksi termewah yang berada Museum Islamic Arts adalah cangkir kopi emas, atau dalam bahasa Turki disebut Zarf. Cangkir ini terbuat dari potongan batu permata yang disusun sedemikian rupa hingga membentuk motif bunga. Koleksi ini bisa traveler jumpai di lantai 3 museum. Dan masih banyak koleksi seni di museum ini. Jumlahnya mencapai 800 objek. Waw!

Ada beberapa aktivitas yang ditawarkan museum selama Ramadan. Kegiatan tersebut berupa serangkaian ceramah dan talkshow seputar Ramadan, sejarah islam dan seni islam. Kuliah ini diadakan setiap pukul 21.30-22.30 waktu setempat yang disampaikan dalam bahasa Arab.

Selain ceramah juga ada kegiatan untuk anak-anak berupa membuat lentera Ramadhan, membuat ka’bah atau merajut permadani dari kertas. Dan juga museum merayakan Garangao pada hari Rabu tanggal 7 Juni 2017 denan rangkaian berbagai kegiatan, bercerita dan pemberian hadiah.

Kegiatan selanjutnya adalah bazar yang diadakan di taman museum. Dan juga ada pameran koleksi terpilih yang nantinya bisa dilihat pengunjung di luar Toko Souvenir.

Di Taman Museum, selain melihat bazar traveler juga bisa menghabiskan waktu bersantai di taman ini sambil melihat laut. Taman ini juga memiliki taman bermain playground dan trampolin.

Copas dari detik.com