George Soros merupakan tokoh investor kelas dunia yang memiliki perusahaan kingkong yang bergerak dalam bidang investasi. Soros Fund Management miliknya sampai sekarang sudah mengelola sekitar 30 miliar dolar untuk Soros dan keluarganya.

Soros mengatakan dalam sebuah acara interview yang diselanggarakan oleh Bloomberg TV bahwa bahwa pasar masih ragu dan terombang-ambing pasca pelantikan Trump. Hal tersebut disebabkan oleh ketidak pastian atas sikap dan kebijakan seorang Trump yang terkenal kontroversial.

 

 “Sesungguhnya, ketidakpastian adalah musuh bagi investasi jangka panjang. Jadi menurut saya, pasar tidak akan berjalan dengan baik…” kata George Soros

Sebelumnya, Soros pernah memprediksi bahwa pasar akan memudar seiring Trump duduk di kursi kepresidenan, meskipun pasar saham sempat reli saat kemenangan Trump November lalu. Apalagi jika kebijakan yang disampaikan Trump tetap saja kontroversial dan membingungkan para investor.

Bahkan karena sikap antinya terhadap Trump, Soros pernah mengatakan bahwa Partai Republik adalah bibit-bibit diktator.

Menurut Soros, jika Trump mau merombak regulasi dan mengurangi pajak, maka pasar saham kemungkinan akan rally kembali. Namun begitu, Soros meragukan hal tersebut terjadi karena ketidak pastian Trump sudah menjadi karakternya. Bahkan Soros berani terang-terangan mengatakan bahwa instansi dalam kepemimpinan Trump akan mengalami perpecahan yang mengakibatkan berlawanan satu sama lain.