Mengapa gula sebaiknya dihindari bagi anda yang sedang melakukan diet gula, berikut ulasannya:

  1. Gula akan meningkatkan jumlah insulin dalam badan secara kronis yang akhirnya akan meningkatkan jumlah produksi lemak tubuh.
  2. Konsumsi gula berlebihan akan menghambat hormon leptin, yang berfungsi sebagai sinyal bahwa kita sudah kenyang. Gula yang menghambat fungsi leptin akan membuat kita terus merasa lapar.
  3. Gula tidak membuat kita merasa kenyang walaupun energi yang diberikan sangat tinggi.
  4. Gula itu bisa bersifat adiktif.
  5. Gula merupakan kalori yang bersifat “kosong”.

Gula mengandung dua molekul berbeda, yaitu glukosa dan fruktosa.

Glukosa sangat dibutuhkan oleh tubuh dan merupakan bagian penting metabolisme. Badan kita akan mempruduksi glukosa melalui makanan yang kita konsumsi dan tubuh akan menggunakan glukosa sebagai sumber energi.

Sedangkan fruktosa tidak diproduksi oleh tubuh secara natural. Kebanyakan dari fruktosa yang kita konsumsi akan diolah oleh hati dan akhirnya diubah menjadi lemak.

Gula meningkatkan jumlah insulin secara kronis

Insulin adalah hormon yang menyalurkan gula dalam peredaran darah ke dalam sel agar dapat digunakan sebagai energi.

Saat kita makan, jumlah insulin akan meningkat dan ini merupakan peristiwa yang normal. Akan tetapi, dengan asupan gula yang berlebihan, tubuh akan menjadi insulin resistant. Artinya tubuh harus meningkatkan produksi insulin agar gula tetap dapat digunakan oleh sel-sel tubuh.

Masalahnya, insulin memiliki fungsi lain, yaitu sebagai penyimpan lemak. Konsumsi gula yang berlebihan akan menyebabkan peredaran insulin tinggi yang bersifat kronis dan tubuh akan meningkatkan penyimpanan lemak dalam tubuh.

Gula menghambat fungsi leptin

Leptin adalah hormon yang diproduksi sel lemak tubuh yang memberikan sinyal bahwa kita sudah kenyang. Jika badan kita sudah memiliki cukup lemak, leptin akan diedarkan dan tubuh akan merasa kenyang agar penyimpanan lemak tidak berlebihan.

Masalahnya, fruktosa dalam gula akan menghambat fungsi leptin dan akhirnya tubuh kita akan terus merasa lapar.

Fruktosa tidak membuat kita kenyang

Sebuah studi membuktikan bahwa konsumsi glukosa akan membuat kita merasa lebih kenyang jika dibandingkan dengan konsumsi fruktosa.

Perlu diingat bahwa glukosa dan fruktosa memiliki jumlah energi yang hampir sama, akan tetapi fruktosa tidak membuat kita merasa kenyang.

Gula bisa bersifat adiktif

Konsumsi gula berlebihan akan meningkatkan aktifitas dopamine yang memberikan kita perasaan euforia atau senang dalam otak.

Efek senang yang diberikan gula akan menyebabkan kalian untuk makan berlebihan dan akhirnya makin gemuk.

Gula merupakan kalori yang bersifat kosong

Gula memberikan energi (dalam satuan kalori) yang sangat tinggi. Bahkan, 1 sendok makan gula memberikan 50 kalori, sama dengan 1 tangkai brokoli.

Akan tetapi, gula tidak mengandung vitamin, mineral, protein, yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh tubuh kita.

Oleh karena itu, jika kalian ingin sukses diet dan hidup lebih sehat, sebaiknya menghindari gula. Jangan lupa juga untuk menghindari makanan–makanan dan minuman yang memiliki gula tambahan.

Jika kalian ingin makan yang manis – manis sebaiknya makan buah saja.